Skip to main content

[YESNO 073] FRAU "Happy Coda"

by Frau



Mengelola Harapan dengan Happy Coda

Ia masih perempuan yang sama.

Beberapa tahun terakhir, nama Frau punya ukiran spesial di industri musik indonesia. Beberapa tahun yang lalu, ia menyeruak masuk dan menjadi omongan banyak orang lewat sebuah album sederhana yang beredar luas dengan tentakel teknologi yang digerakkan oleh alam raya: Starlit Carousel.

Album itu merupakan perkenalan yang indah. Caranya memilih kisah, nada dan cara bernyanyi, tidak pernah biasa. Ia punya talenta super besar yang bisa dikelola dengan nyaris sempurna. Ia bisa melesat menjadi peluru mematikan seorang penembak jitu, tapi ironisnya, memilih untuk jadi terlihat biasa-biasa saja.

Dalam kisah Frau, menjadi seorang artis musik, bukanlah sebuah jalur yang tipikal. Ada banyak singkup yang harus ditentukan sendiri arahnya. Ada banyak arahan angin yang harus disimak dengan baik, dipetakan dengan bijak dan tentunya diikuti; bisa dilawan atau malah dibiarkan mengalunkan cerita.

Ada banyak kisah di mana ia memilih untuk berdiri di pihak ego yang besar, yang melepas tanggung jawab untuk memberikan potongan memori lanjutan kepada penggemar. Ada juga masa di mana ia merasa musik begitu membosankan dan tidak menawarkan hal segar yang membuatnya hidup sebagai manusia untuk kemudian menghilang melakukan banyak kegiatan lain yang lebih memberikan arti. Itu pilihan yang menarik.

Yang sekarang akan anda nikmati, adalah bagian berikut dari frase pilihan menarik itu. 

Album ini berjudul Happy Coda dan ia tidak punya penjelasan lebih dari arti sederhana frase itu. Frau melakukan dekonstruksi pemahaman bagaimana musik seharusnya dinikmati, didistribusikan dan didokumentasikan. 

Kalau anda salah satu orang yang terkesima dengan debut albumnya beberapa tahun yang lalu, siap-siap untuk mengembangkan rasa yang anda punya. Saya adalah contoh nyata orang yang dibuat tidak berdaya oleh album ini. 

Kurang lebih 2-3 tahun yang lalu, saya mendengarkan Water, single sederhana yang ia mainkan di sebuah pertunjukan kecil yang kemudian dibubarkan warga. Water muncul dan seketika mencuri perhatian. Ia begitu membunuh pertahanan saya yang runtuh dibuat jatuh hati setengah mati.

Versi rekamannya digarap dengan tata cara sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan oleh orang banyak; rekaman live. Tapi, talenta tidak bisa dibohongi. Raungan piano, momen pas dan lengkingan suaranya menjelma menjadi sebuah orkestra bagus yang layak untuk diputar berulang.

Lagu-lagu lainnya mengikuti di belakang. Jangan pernah membandingkan debut albumnya dengan Happy Coda. Anggap saja, ini perjalanan mengikuti perubahan konstruksi sesosok figur musik; jika dulu ia masih punya ruas-ruas ranum yang mudah digoyang kerasnya tiupan angin, kali ini ia menjelma menjadi sosok yang tangguh dan siap meninggalkan kesan permanen yang anggun.

Untuk fase pertama, Happy Coda akan dirilis dalam bentuk digital yang bisa diunduh di www.yesnowave.com dan buku partitur terbatas yang diproduksi untuk merayakan romantisme menikmati musik dengan kemasan super tradisional yang digunakan berpuluh tahun yang lalu. Ini bukti bahwa ia tidak biasa.

Ia masih perempuan yang sama. Tapi kisahnya beranjak maju mengarungi masa depan. 

Selamat menikmati indahnya album ini. Dan selamat menyimpan rindu.

Felix Dass
Kalibata, Jakarta Selatan
11 Agustus 2013 – 04.08 WIB
12 Agustus 2013 – 23.19 WIB


Reviews

There are no reviews yet. Be the first one to write a review.